fiksi

past to forgive

Dark. Cold. Too quiet. Where am I? How could I am here? My feet start fumble the place. “helloo..” guessing maybe someone could shout back. Find nothing but hear a sobbing. So painful. A girl sat in circle corner with dim light, her shoulder shaking, trying to keep the hurt in silence. I cringe as … Continue reading

fiksi

are you here?

“I love see you smile and laugh freely like this, like you are, used to. I’ve missed it these past years. Are you back now?” My smile fade away. My throat go dry. She already lost me when her eyes look into mine. I no longer there. **** “can I borrow your pen?”“sure” “a paper … Continue reading

fiksi / Uncategorized

Pulang

Badanku terguncang-guncang keras, sulit sekali terpejam mengistirahatkan mata yang belakangan terus mencari jawaban. Kereta Jakarta-Cirebon yang kutumpangi terus bergerak seperti serdadu perang terburu-buru mengejar musuh. Tadi pagi, setelah puluhan kali mengirim pesan tanpa balas dan menunggu ribuan menit nada tunggu yang tak juga dijawab, aku mengepak keberanian dalam tas lusuh yang dia tinggalkan dan memutuskan … Continue reading

fiksi

Gerbong Setan

Acara pentas musik besok benar-benar menguras perhatian Riani yang seminggu ini makin malam pulangnya tapi tetap gak diijinkan mama buat ngekos. Asyik meluruskan badan yang daritadi pegal memindahkan peralatan Riani gak sengaja mendangar percakapan Afri dan Gita, “kenal si Derry anak 2011 gak? Dia kemarin kena gerbong setan!” Afri heboh bercerita, “ah serius lo?” Gita … Continue reading

Dongeng / fiksi

Peri Lemari

Sore menjelang magrib, Disya masih bermain dengan geng kambingnya. dikatakan geng kambing karena lapangan tempat mereka bermain juga tempat kambing-kambing dilepas dan mencari makan dengan sampah barang rongsokan sebagai pagar, jadilah tempat itu markas resmi geng kambing. Selain Disya gadis dengan badan paling kecil dan berambut kuning, geng ini berisi Tio si ceking yang suka … Continue reading