selewat

STOP feed your ego

“ih kasar banget, mulutnya disekolahin gak sih?” kalimat umum yang sering gue denger lakuin waktu denger omongan yang bernada intimidasi. Toh sebenernya gue sedang melakukan hal yang sama bejatnya dengan orang itu, sama-sama merasa lebih baik-lebih terhormat-bermartabat.
Para ahli bilang manusia dijadikan pemimpin di dunia karena punya kemampuan untuk berpikir. Itu juga yang jadi alasan orang tua menyekolahkan kita, supaya pinter – bisa berpikir lebih logis. Tapi dari sekian penelitian dan tingkatan sekolah yang kita lalui sampai pas nulis nama punya gelar yang berjejer, kalau adu pendapat apa yang maju duluan?? Ego. We feed our ego, and lose.
Kebetulan beberapa kali kenal dengan orang yang dari segi apapun diatas gue (umur, materi, pendidikan, dll) tapi begitu ngadepin masalah, kata-kata kasar seolah jadi sahabat dan tameng terbaik yang dia lemparkan ke musuh bicaranya sedangkan kedudukan, materi bahkan umur yang jadi tanda kebijaksanaan seolah hancur, dan orang itu sadar atau tidak sudah kehilangan yang paling berharga dalam hidupnya, kehormatan.

“barang siapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga” – Umar ibn Khattab

Bertahun-tahun sekolah supaya dapat gelar sarjana bahkan profesor doktor, membangun usaha dari nol sampai bisa diposisi top manajemen, nabung dari sisa-sisa uang sampai mampu beli ini itu, semuanya demi apa? Demi kebanggaan diri, demi bisa dipandang sejajar, demi bisa dihormati lebih dari sebelumnya kan?
Nah loh, trus semua usaha itu bakal sia-sia gitu aja karena lidah gak bisa jaga bicara?
Weits jangan salahin lidah dong, dia cuma gerak aja nurut apa perintah tuan otak, tapi sebagai atasan otak kan gak bertindak sembarangan, semua juga atas pertimbangan perasaan. Gimana perasaan mengganggap orang – si lawan bicara, kalau perasaan kita ngerasa lebih tinggi dan orang itu pantas dihina, hina aja? Ooops!
Sebenernya orang kayak apa sih yang pantas dihina? Yang bajunya lebih jelek dari kita? Yang lebih bodoh karena statusnya hanya pesuruh? Masa sih yang kayak gitu pantas dihina? Yakin? Gue pernah punya OB di kantor lamaaaa yang ternyata juragan kontrakan dan jadi OB buat iseng aja, gaji gue yang status dan jobdesknya buat nyuruh-nyuruh dia cuma seharga kontrakannya satu-dua pintu doang, MAMAM!!

Kalau kalian diposisi yang dihina, inget aja kata-kata anak gaul “yang waras ngalah”. Semua kata-kata kotor gak akan kembali ke kita kok, justru orang akan tau siapa yang lebih pantas dikasihani. Dont feel sorry for your self, head up and be proud you’ve win to not feed your ego.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s