Uncategorized

gak kebayang bisa setua ini

Happy birthday! Wish you all the best”

Thank you. Galau nih gue”

Galau kenapa?”

Gimana rasanya punya umur banyak? Secara lo lebih dewasa, in order not to say you’re old, hehehe”

hmm…. Bersyukur sih gue koleksi umurnya banyak, paling gak gue udah pernah ngerasain umur lo sekarang, belum tentu lo nanti bisa ngerasain umur gue”

————————

Beberapa minggu ini gue insomnia dadakan biasanya begitu nempel yang empuk-empuk (kasur bantal ya, bukan donat) langsung molor. Sekarang biarpun badan rasanya capek banget, mata dan otak justru lagi terang-terangnya. Bukan kerjaan yang bikin asyik melek. Ini masalah perasaan, galau karena dalam hitungan hari umur gue bakal mentok diakhir 20an dan selangkah lagi kepala 3 (umurnya, bukan kepalanya tumbuh jadi 3).

Tambah tua selama ini gak pernah jadi masalah buat gue. Tua itu kodrat manusia, sepaket sama uban, keriput dan bau tanah. Hmmmm… kayaknya itu kriteria tua yang terlalu tua buat umur 30an ya.

Sebenernya tekanan untuk jadi sesuai umur yang bikin deg-degan karena gue sendiri merasa gak ada yang bener-bener berubah dari diri ini selain jumlah diskon sesuai umur yang bakal gue dapet setelah ulang tahun besok.

“mama seumur kamu anaknya udah 2 loh!” nasehat nyokap yang selalu diulang-ulang mirip album rap gagal.

Tuntutan dan kalau boleh gue bilang stigma masyarakat untuk perempuan usia akhir 20an yang HARUSNYA udah nikah, punya anak, career path yang pasti, blablabla…

Semua orang pasti mau punya hidup yang ideal dan bahagia dengan versinya masing-masing. Gue juga membayangkan umur segini bangun tidur dicium dan dipeluk suami dan anak. Tapi siapa yang pernah nyangka saat semua orang sibuk mengamini rencana-rencana manis pernikahan dari calon mempelai pria, dia justru dinikahkan dengan orang lain. Meninggalkan gue dan keluarga dengan harga diri yang tercabik-cabik macam cabe-cabean bonceng tiga yang ditabrak lari.

Membangun rasa percaya ke diri sendiri dari nol sementara cibiran datang dari segala arah itu gak mudah. Herannya Tuhan gak pernah hilang percaya dan buat saya jadi gila. Saat mereka yang menyebut diri sahabat pergi gue dikasih keluarga yang dukungannya luar biasa.

Gak pernah kebayang bisa setua ini. Gak pernah nyangka bisa keluar hidup-hidup sehat walafiat dari keterpurukan kemarin. Gak pernah kepikiran bisa ngerasain ulang tahun dengan rasa syukur dan bahagia sebesar ini.

Terima kasih atas ujiannya Tuhan….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s