jalan gila

brrrr… Tebing Keraton

Mau naik gunung yang gak cape mendaki dengan jalan kaki? bisa!
Gak mungkin? mungkin!
Namanya Tebing Keraton, letaknya di Dago atas Bandung. Hmmm… mungkin ini bukan gunung, tapi anggaplah begitu karena medannya cukup berliku seperti naik gunung.
Saya sempat was-was waktu diajak, karena yaaa namanya anak kota yang napas sehari-harinya asap knalpot dan olahraganya cuma teriak-teriak nonton bola atau kejuaraan bulutangkis di tv, ngeri juga kalau hiking, takut tenaga habis dan malah jadi beban yang lain, tapi justru itu tantangannya kan? Gimana supaya tetap fit sampai puncak, foto narsis, trus turun lagi.
Selain itu banyak yang bilang ini tempat lagi ngehits banget, bahkan dikalangan orang Bandung sendiri. Wah jadi makin semangat!
Cerita saya dimulai dari TAHURA (Taman Hutan Raya, Bandung) ke Tebing Keraton, bukan mendetail dari Jakarta (naik apa dan harganya berapa, saya kurang tau) karena kebetulan ke Bandung ikut outing kantor alias bebas biaya PP. Dari TAHURA kami sewa ojek ke Tebing Keraton, dan kaget juga kok mahal sekali. Jauh hari sebelumnya kami cari-cari di google, ongkos ojek hanya 7ribu tapi di lokasi mereka minta 100ribu, walah!
Setelah proses tawar menawar yang tidak alot (karena ada pegawai TAHURA yang menawarkan) jadilah didapat ojek PP + tiket masuk Tebing Keraton 75ribu. Aslinya selain ongkos ojek ada tiket masuk dan parkir motor = 11ribu + 5ribu.

Kenapa harus ojek? Naik mobil/angkot gak bisa? Bisa, tapi lebih baik sih naik ojek atau (kalau ada) bawa motor sendiri, karena banyak jalan menanjak yang cukup curam dan masih berbatu. Waktu kami naik ada mobil minibus yang akhirnya harus jalan mundur tidak bisa ke Tebing Keraton karena gak kuat nanjak. Kalaupun ada yang kuat (biasanya truk) debu dari ban itu tebal sekali, mirip tukang sate lagi banyak pesanan, gak keliatan penjualnya!
Naiknya sampai mana? Sampai persis depan Tebing! Hahahaha. Gak cape kan? Kaki, betis sih gak cape tapi pantat bisa tau-tau gak ada rasanya.
Jalan yang kami lewati adalah jalan alternatif karena jalan utamanya (kata mamang ojek) lagi dicor & mau diaspal (aamiiin). Awalnya kami motong jalan lewat gang sempit yang hanya bisa dilewati 1 orang secara berbaris (bayangkan lewat situ dengan motor, mirip naik roller coaster!). Keluar dari gang, motor lewat jalan bebatuan menanjak (kira-kira kemiringannya 60°) serunya, mamang ojek konsentrasi buat nanjak sedangkan saya di bangku belakang asyik liat pemandangan hutan dengan jurang di sebelah kiri dan persawahan di sebelah kanan sambil sibuk tutup mata dan hidung dari debu.

hampir sunset di hutan saat jalan pulang

hampir sunset di hutan saat jalan pulang

Sekitar 1 jam setelah motor dan mamangnya berjuang di jalan menanjak, sedangkan saya di kursi penumpang sibuk pegangan supaya pantat gak asyik lompat-lompat yang bisa berakibat salah mendarat akhirnya kami sampaaaaiii.
Kalau kalian pernah naik bajaj agak lama dan turun dengan lutut yang bergetar, rasanya ini kurang lebih samalah.
Pintu masuk Tebing Keraton ini pos yang hanya terbuat dari bambu seperti gardu hansip dengan spanduk dan tulisan harga tiket masuk. Kami langsung ngeloyor masuk saja kan sudah sekalian ongkos ojek. Jalan sebentar (± 5-10 menit) sampai ke ujung tebing dan langsung dapat liat ini:

sorry cuma berani foto dari tengah tebing

sorry cuma berani foto dari tengah tebing

20140919_160754

20140919_162350

Dengan struktur tanah seperti pasir dan batu-batu besar, pengunjung harus ekstra hati-hati karena licin dan mudah sekali terpeleset, bahkan pengelola sudah memberi peringatan bahaya, tapi pasti banyak yang (sengaja) lupa baca ini:
20140919_155112

Saya sendiri gak berani foto di ujung tebing seperti awal mula tujuan datang ke sini. Untuk dapat foto dengan pemandangan hutan dan sungai seperti di lukisan jadul memang butuh nyali dan sepatu yang tepat agar gak kepleset! Dengan malu, inilah maha karya satu-satunya foto saya dengan sedikit view tebing dengan tangan kanan pegangan kencang ke batu dan badan agak mundur ke belakang yang untungnya gak terlihat seperti badut sirkus ya.

pose sok bebas padahal muka cemas

pose sok bebas padahal muka cemas

Berdasarkan pengalaman, saya sekedar saran aja:
– Bawa jaket, iya Bandung emang gak dingin tapi angin di Tebing Keraton ini juaranya bikin kulit kisut!
– Usahakan perut dalam keadaan kenyang, karena warung hanya jajanan kecil/kopi (buat saya mie instan itu jajan ya, bukan makan berat)
– Jangan bawa tas yang terlalu berat & (kalau ada) pakai sepatu hiking atau sepatu lari/alasnya tidak licin seperti pantofel
– Pastikan dalam kondisi fisik yang baik, karena batas jurang tebing hanya pagar bambu

That’s all for now! Ingat tujuan pergi untuk bersenang-senang, jangan sampai pulang dengan air mata berlinang ya 😉

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s