ProsaKata

menantang tuhan

buat apa marah hingga menggebu?

untuk menjadi abu lalu terbang menjauh?

mungkin begitu

luapan amarah terpantul-pantul menyembul menyakiti diri sendiri

mukanya merah padam, menahan luka hatinya yang remuk redam

beraninya dia menantang Tuhan

meminta lebih banyak duka kalau Dia berani mengabulkannya

Tuhan itu Maha Perkasa, jangan main-main dalam meminta

dan lebih dalam dia tertimbun dalam duka yang bertambah-tambah

Dia juga Maha Pengasih,

tak lama dibiarkan sedih mengungkung

seperti terbasuh air surga

air mukanya kembali menyala

redup namun terang

matanya kosong tapi menjejerkan harapan,

meski jauh dari utuh dia akan bangkit

genggam tangannya untuk hangatkan hatinya

tolong tinggalkan dia jika membebanimu

tapi duduklah lama-lama di sebelahnya jika memandangnya menggentarkanmu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s