fiksi / Uncategorized

Pulang

Badanku terguncang-guncang keras, sulit sekali terpejam mengistirahatkan mata yang belakangan terus mencari jawaban. Kereta Jakarta-Cirebon yang kutumpangi terus bergerak seperti serdadu perang terburu-buru mengejar musuh. Tadi pagi, setelah puluhan kali mengirim pesan tanpa balas dan menunggu ribuan menit nada tunggu yang tak juga dijawab, aku mengepak keberanian dalam tas lusuh yang dia tinggalkan dan memutuskan … Continue reading