selewat

Negeri Pemimpi Tanpa Pemimpin

Kontroversial gak sih judulnya begitu? hehe silahkan simpulkan sendiri apa isi tulisan ini cocok dengan judul tersebut. Saya mau merangkum seminar Bapak Jusuf Kalla “Kepemimpinan dengan Kepercayaan” di Balai SIdang UI kemarin. Sang moderator yang maaf sekali saya lupa namanya membuka dengan membahas kata kepemimpinan yang berasal dari kata dasar pemimpin, bukan mimpi yang ditambah awalan pe- lalu ditambah lagi awalan-akhiran ke- dan -an. Mulai merasa berhubungan?

Beberapa poin yang saya tangkap dari seminar tersebut bahwa kepercayaan punya 3 kata kunci: say, do, communication (katakan yang harus dikatakan, kerjakan yang dikatakan dan komunikasikan yang dikerjakan). Pak JK mencontohkan bagaimana mendapat kepercayaan saat menjadi pemimpin dalam berbagai bidang, misalnya dalam bisnis kepercayaan akan harga yang sesuai dengan kualitas sangat penting. Dalam bidang sosial, seperti diketahui beliau berhasil masuk dan memberi bantuan kepada etnis Rohningya di Myanmar yang dikenal sebagai negara tertutup, Pak JK hanya bicara 10 menit via telepon kepada presiden negara tersebut “negara Anda butuh investor untuk pembangunan dan menjadi negara maju, sekarang gimana investor percaya untuk menanamkan modal di negara Anda kalau mereka tidak tahu tentang Myanmar? kalau gitu buka negeri Anda supaya bisa dilihat, ijinkan saya untuk mengirimkan bantuan ke Rohningya”.

Menarik ketika beliau menceritakan bagaimana menjadi pemimpin dalam pemerintahan. Dibandingkan dengan bisnis yang mendahulukan gerak cepat dan bisa melewatkan aturan-aturan. Dalam pemerintahan justru harus terikat pada protokoler, untuk pengangkatan pejabat daerah saja dibutuhkan berlembar kertas yang menjelaskan pasal-pasal pengangkatan. Saya cukup shock saat beliau menuturkan sejak adanya Sri Mulyani Syndrom, para pejabat cendrung takut untuk mengambil alih tanggung jawab. “semua takut disalahkan, sehingga jadilah menteri meminta saran pada dirjen, dirjen minta saran pada kepala biro dan barulah keputusan diambil. Jadi selama ini keputusan diambil oleh eselon 3 yang dianggap lebih tahu soal pasal-pasal, semua cari aman” begitu penjelasan Pak JK.

Masalah komunikasi yang baik juga mempengaruhi kepercayaan pada kepemimpinan. Di era beliau, terjadi kenaikan bbm 130% sebuah kenaikan terbesar disemua negara, namun karena dikomunikasikan dengan baik alasan kenaikan juga dijelaskan pengalihan subsidi bbm ke bantuan langsung tunai (BLT) maka masyarakat bisa lebih mudah menerima kebijakan yang dibuat.

Bagaimana pendapat Pak JK tentang kesempatan pemuda untuk menjadi pemimpin? Sejauh para pemuda mampu membuktikan integritasnya, kesempatan untuk menjadi pemimpin yang dipercaya semua pihak pasti akan datang saatnya.

Seperti jawaban-jawaban taktis yang selalu dimilikinya, Pak JK mengibaratkan dunia politik seperti grup band saat ditanya akankah dirinya maju pilpres 2014 “parpol saya ibaratkan seperti band dan capresnya seperti vokalis, golkar band yang besar namun vokalisnya harus belajar lagi, demokrat band besar yang mulai kehilangan personilnya dengan pemain bassnya kemarin tersangkut kasus. Ada juga yang jadi penyannyi tapi tidak punya band, seperti saya atau Jokowi, nah nanti kita lihatlah apa 2014 akan ada band yang menemukan vokalis baru”

Adakah band yang sedang mencari “vokalis”?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s