selewat

Don’t Stop

Semua yang pernah hidup pasti pernah merasakan kecewa atau sedih karena kegagalan. Bahkan mereka yang selalu terlihat ceria dan banyak ketawa pasti pernah/sedang kecewa dengan hidupnya. Biasanya hal yang jadi penyebab kesedihan mendalam adalah hal yang sangat diinginkan bahkan telah diusahakan sekuat tenaga untuk didapatkan, misalnya masalah pekerjaan/uang, keluarga (orangtua, pacar, suami/istri, anak), penyakit, tuntutan lingkungan sekitar, dsb.  Ada yang pernah bilang bahwa manusia tidak dirancang untuk menerima kegagalan, saya jelas gak setuju. Kalau memang gak dipersiapkan untuk kegagalan, berapa kira-kira jumlah orang gila di dunia ini? Coba dihitung-hitung dari kecil berapa kali Anda gagal, saya sudah puluhan mungkin ratusan kali gagal; gagal jadi juara kelas, gagal masuk sekolah favorit, gagal pacaran sama gebetan, gagal bolos karena ketauan lalu dimarahi, gagal menang award, gagal dapat bonus. Lantas apakah kegagalan itu membuat saya frustasi dan jadi gila? Alhamdulillah enggak tuh.

Sebenarnya kemampuan diri menangani masalah sangat tergantung dari pribadi masing-masing, ada yang kehilangan perusahaan dan seluruh anggota keluarga tapi masih bisa waras dan bangkit tapi ada yang karena dimarahi gurunya bisa putus asa dan bunuh diri. Keyakinan bahwa setiap masalah pasti punya waktu untuk datang dan berlalu dari hidup harus ditanamkan sejak dini, misalnya dengan membiasakan (sedari kecil) berdoa dalam keadaan apapun.

Saya termasuk yang percaya bahwa doa membuat kita sebagai ciptaan berkoneksi langsung dengan sang pencipta, selain menenangkan jiwa karena merasa ada kekuatan yang lebih besar dari diri sendiri juga karena dengan berdoa kita bebas mengeluarkan keluh kesah beban pikiran. Mereka yang sedang kecewa sangat dekat dengan rasa putus asa sehingga sulit berpikir panjang untuk mencari solusi dari masalahnya dan memilih jalan singkat untuk ‘kabur’ dari masalah. Bercerita dan didengarkan tanpa dihakimi adalah hal dasar yang bisa diberikan orang-orang sekitar sebagai bentuk support.

“It doesn’t matter how slowly you go-so long as you do not stop”- Confucius

 

Sudah puas mengeluarkan unek-unek, buatlah rencana-rencana baru, berpikir positif saja bahwa rencana itu harus dijalankan soal bagimana hasilnya itu urusan nanti yang penting Anda tidak diam meratapi kegagalan. Masih belum tau mau apa? Jalan-jalan lihat sekeliling, Anda akan menemukan bagian yang kurang dan sesuai untuk Anda. Percayalah, memulai lagi dengan langkah yang kecil adalah obat mujarab bagi semua kekecewaan, entah kecewa karena kehilangan pekerjaan/uang, kehilangan keluarga/pasangan/anak.

Saya suka sekali kutipan SMS sesaat sebelum  Bapak Kenneth Tjahjady Sudarto meninggal  “Hidup bagai bendera perang, kadang berkibar megah menantang, kadang kotor, robek dan hampir jatuh ke tangan musuh tapi tetap harus dipertahankan dengan gagah berani… sampai jatuh ke tangan Tuhan”.

Keep Fighting!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s