Dongeng / fiksi

Peri Lemari

Sore menjelang magrib, Disya masih bermain dengan geng kambingnya. dikatakan geng kambing karena lapangan tempat mereka bermain juga tempat kambing-kambing dilepas dan mencari makan dengan sampah barang rongsokan sebagai pagar, jadilah tempat itu markas resmi geng kambing. Selain Disya gadis dengan badan paling kecil dan berambut kuning, geng ini berisi Tio si ceking yang suka tertawa dan menampakkan gigi-gigi kuningnya, Rahmi si pemalu berkepang dua, Gareng yang hobi menghabiskan makanan siapa saja sambil ngupil, dan Dudi yang ingusan menahun.
Siang itu seperti sebelum-sebelumnya, geng kambing sibuk berlarian kesana-kemari, sebenarnya hanya Dudi dan Gareng yang sibuk saling memeperkan upil dan ingus satu sama lain sedang sisanya duduk di pinggir pohon kering dekat rongsokan. “maen tak umpet yok Dis” ajak Rahmi. “WOOOYY!! MAEN TAK UMPET YOOOKK!!” teriak Disya ke ketiga sahat lelakinya. “ah tapi lo yang jaga yak Dis” Gareng menghampiri. “ngg.. tapi jangan jauh-jauh ngumpetnya! trus abis itu gantian jaganya ya?” Disya mengiyakan dengan cepat. Tio yang asyik guling-guling di rumput langsung berdiri dan ambil ancang-ancang berlari sesaat Disya menutup matanya dan berhitung.
Cepat benar larinya anak-anak kampung itu, dalam hitungan ke 10 Disya membuka mata dan lapangan telah sepi, tinggal dirinya dan embek-an kambing. Berputar-putar mengintip sela-sela barang rongsokan, kosong! Bahkan Gareng yang perutnya selalu menyembul pun gak keliatan. Ngumpet dimana sih semuanya?
Capek berlari sana-sini sendiri, Disya cemberut duduk dipintu lemari kayu tua. Mungkin ia terlalu kuat menghempaskan diri hingga badannya jatuh ke dalam lemari. Gelap. Disya mau balas dendam ke teman-teman yang ngumpetnya jauh, Disya ngumpet di lemari ini aja, pikirnya.
Tubuh kecil itu masuk ke dalam lemari tua yang pengap dan gelap sambil menggigit bibir ketakutan, melipat kedua lulutnya dan mencoba melihat sekitaran walaupun sia-sia. “kamu kedinginan atau takut?” sapa suara ramah yang tiba-tiba membuat terang lemari dengan kepakkan sayapnya. Mata Disya membulat terkaget, tenggorokannya hanya menelan ludah tak mampu memproduksi kata. “woow! kamu pasti kaget ya? hihi.. aku peri, ini rumahku” udap makhluk kecil segenggaman tangan yang sibuk berputar depan wajah Disya. Wajah anak 7 tahunan itu melunak dan mendekatkan diri ke Peri “lemari?”. “iya, ini rumah aku, aku ini peri lemari dan kamu teman pertama yang berkunjung… kita teman kan?”. Disya menggeleng, temennya adalah geng kambing yang ngumpetnya jauh banget bikin bete. “kita temenan deh, aku gak punya temen soalnya, mau ya? aku kasih baju deh sebagai tanda pertemanan, mau?” Peri mengedip ramah yang disambut wajah bingung Disya. “kamu suka baju kayak apa?” tanya Peri lagi. “baju buat ulang tahun aku besok? yang kayak puteri raja! yang roknya lebaaarr, warna pink, sepatunya juga warna pink! eh kaos kakinya juga pink… semuaaaanya pink” Disya menjelaskan dengan semangat. “hmmm… boleh! kamu merem dong!” Peri lalu hilang dalam cahaya sangat terang, begitu Disya mengintip kaos kedodorannya sudah berubah jadi gaun bagus sekali, persis seperti yang dia minta, semuanya warna pink! Ditepuk-tepuk pipinya sendiri dan bibir mungilnya hanya bisa ber-oh-wow kagum. “kamu suka? sekarang kasih liat kakinya” dan kembali cahaya benderang muncul. Setelah cahaya hilang, kaki Disya sudah memakai sepatu pink cantik. “waaah! kamu Peri lemari yang hebat!!” puji Disya “kita temenan yah?”. “bener mau jadi temen aku? asyiiikk! karena kamu udah jadi temen aku…” lagi-lagi cahaya terang muncul “mahkota di kepala kamu itu hadiah pertemanan kita ya” lanjut Peri Lemari sambil tersenyum.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s