aku menemukanNya

sesaat yang lalu aku hanya diam terkapar
kadang tertelungkup dan menangis sendu
berat sekali hidup yang hanya bisa meratapi
atau lelahnya ketika berlari mencoba menghindar
ku tarik napas panjang layaknya menghisap seisi peluh dunia
menghembuskannya seolah melepas jiwa dari raga
bulir itu menetes tepat saat kening bertumpu
menyisakan sedu sedan yang mengeluarkan amarah
lama sekali Kau biarkan aku mencari
terbuai penyesalan dalam atas duka yang tertutup kedukaan lainnya
aku lelah berlari Tuhan
benar-benar ku rindu buaian lembut Mu
bercumbu mendamba kasih sayang Mu yang menggetarkan arsy
membiasakan selaksa tubuh ini mengingat, memikirkan dan selalu mendambaMu
Allahu Ya Rahman..
Rahim..
Allahu Ya Gofur..
Ya Nurul Qalbi
“La ilahailla anta subhanaka inni kuntumminazalimin”